Dinas PU Bartim Klarifikasi Surat Ombudsman Kalteng

Palangka Raya (Antara Kalteng) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah mengklarifikasi surat Ombudsman Kalteng terkait putusnya jembatan penghubung Desa Haringen dan Dusun Mabidek, Desa Dorong di kabupaten setempat.

“Sudah dianggarkan pada tahap pertama, yang tengah dalam tahap persiapan, untuk melakukan perbaikan jembatan tersebut,” kata Kepala Dinas PU Bartim, Sangkurun Alex melalui pernyataan tertulis yang diterima di Palangka Raya, Jumat.

Penganggaran tersebut dimasukkan dalam dana pemeliharaan jembatan rutin yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Barito Timur.

Pihaknya pun mengidentifikasi jika jembatan penghubung dengan konstruksi kayu ulin dibangun pada 2009.

Pada awal 2017, gerusan air Sei (sungai) Karau melebar ke arah Desa Haringen yang berakibat tanas asli oprit jembatan beserta tiang pondasi barisan pertamanya longsor.

Runtuhnya tanah oprit dan tiang pondasi kayu ulin untuk naik ke jembatan menjadikan gelagar dan lantai jembatan menggantung.

“Hal tersebut disebabkan karena banyaknya tumpukan sampah bekas kayu yang terhalang di pondasi tiang jembatan sehingga aliran air terhambat dan mengalir ke sisi kiri sungai,” katanya.

Pernyataan itu diungkapkan dia usai pihaknya menerima surat dari Ombudsman RI Perwakilan Kalteng tentang permintaan klarifikasi ambruknya jembatan tersebut yang berakibat warga harus memutar sejauh 12 kilometer untuk keladang.

Selanjutnya warganya secara swadaya melakukan perbaikan sehingga jembatan berhasil dilewati kendaraan roda dua.

“Sejak dilaporkan aparat desa melalui telpon pada 5 Februari 2017, pada 6 Februari langsung turun ke lapangan dengan maksud berkoordinasi untuk penanganan sementara. Ternyata jembatan telah dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat,” katanya.

sumber : https://kalteng.antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *